Angin semilir berhembus meniup daunku
Ia menerpa tubuhku yang hampir lapuk
Panas telah mematikan sendi-sendi di batangku
Sudah sepantasnya aku terpuruk
Jika akarku tak sanggup menahan
Semua beban yang ditimpakan
Akankah hidupku memberi arti
Di masa lalu dan sebentar lagi
Jika aku harus bertahan
Lalu untuk siapa?
Jika aku harus menahan
Itu untuk siapa
Bahkan anginpun tak mendukungku
Ia begitu kencang berhembus dan menerbangkan daun-daunku
Kini aku tinggal ranting
dan tak punya arti penting
Dan mendungpun turut berduka untukku
Sedangkan matahari menjauhiku
Hingga tunasku tak mau tumbuh lagi
Atau aku harus menunggu kembali
Wednesday, February 3, 2010
Monday, February 1, 2010
Lorong Kenangan
01
2010
Di ujung lorong ini
Dua tahun yang lalu
Dia masih menyapaku
Namun kini, tak ada lagi
Lorong ini tinggal kenangan
Karena yang kulihat hanya bayangan
Satu hal yang sulit terpikirkan
Adakah dia merasakan apa yang kuinginkan
Lorong itu merupakan pintu
Bagi aku yang merinduimu
Dia tidak tahu betapa berartinya bagiku
Bertemu dirinya di kala itu
Biarlah dia tak pernah tahu
Itu lebih baik bagiku
Walau pahit seperti empedu
Asal engkau tetap di hatiku
Subscribe to:
Posts (Atom)