Showing posts with label hati. Show all posts
Showing posts with label hati. Show all posts

Thursday, January 27, 2011

Mutiara


Aku tak tahu harus ungkapkan apalagi
Walau tak ada balasan kata darimu
Namun aku meresapinya dalam jiwaku
Kemudian tersenyum dalam hati

Walau di wajahmu tampak biasa
Namun kedalaman hatimu bagai mutiara
Ia bersinar di antara kekosongan jiwa
Dan mengisinya dengan cinta

Sedikit senyummu siratkan berjuta makna
Namun yang pasti itu pertanda cinta

Tercukupilah aku dengannya
Tak usah jua kau ungkapkan
Biarkan waktu yang menjawab angan
Karena hatiku menangkap apa yang kau rasakan

Tuesday, January 18, 2011

Cahaya Cinta


Dia datang dalam temaramku
Membawa secercah cahaya
Tak kusangka seketika
Cahaya itu meyeruak ke relung hatiku

Jika saja aku mampu ungkapkan segala
Yang kurasa dalam hati
Betapa debaran makin menggebu
Saat ia mendekat ke sisi

Hadirnya ia membawa angin surga
Hadirnya ia menggantikan duka
Dan lagu sedihpun berganti lagu cinta

*senangnya dicintai ^__^

Saturday, January 8, 2011

Cinta Kita

Kuhela napas saat mengingatmu kasih pujaan
Karena raga ini haus akan cinta yang kau janjikan
Kusapu airmata bahagia saat kau menemuiku
Karena hilang seketika kerinduanku

Impianku sebentar lagi terwujud
Menghantarkan bahagia tak terbatas
Dihiasi dengan setiap malam bersujud
Dalam ridhaNya cintaku takkan bisa terlepas

Cintailah aku karena Allah
Temukanlah aku di jalan Allah
Supaya Ia mengagungkan cinta kita
Supaya mahligai itu indah tercipta

Tuesday, January 4, 2011

Belahan Jiwa

Aku ingin mencintaimu dengan sederhana...
Dengan segala raga yang mampu kuberi
Dengan segala rasa yang mampu kutanami
Dengan harap yang selalu kau wujudkan
Dengan cinta yang selalu kau ciptakan

Aku ingin mencintaimu dengan sederhana...
Cinta yang bersumber dari Ilahi
Cinta yang berharap Dia ridhai
Cinta yang membuat bidadari menjadi iri
Cinta yang abadi hingga akhirat nanti

Aku ingin mencintaimu dengan sederhana...
Tak mampu aku membuat syair seperti Rumi
Apalagi Nizhami dan juga Sapardi
Namun, syair cintaku akan selalu kuberi
Dari kedalaman relung hati

Aku ingin mencintaimu dengan sederhana...
Sesederhana hidup yang kita jalani
Sesederhana engkau menemukan rusuk kiri
Sesederhana engkau menanam cinta
Sesederhana menjadikanku belahan jiwa

*yang mencintaimu dengan sederhana ^_^

Thursday, April 22, 2010

Sepertinya Luka

Luka itu kembali terbuka
Setelah sekian lama aku mengobatinya
Ternyata hanya angan hampa
Sembuh bagian pori saja

Luka itu makin menganga
Laksana bunga yang mekar kuncupnya
Tapi sungguh menjadi mati rasa
Jika ingat penyebabnya

Cinta dan rinduku tak terbalas
Sekiranya hingga saat ini
Namun entah takdir Allah seperti apa
Kutetap yakin akan cintaku

Meski yang dicintai enggan dimiliki
Kuyakin pasti ia takdirku
Jika aku salah, apakah kau akan menyebutku gila
Aku tidak gila, aku mencintaimu dalam kesadaran yang nyata

Berjuta Impian

Impianku hanya satu
Selain bertemu Rabbku
Adalah bersatu denganmu

Namun jalan takdir masih panjang
Membuatku harus lebih bersabar
Meski kecewa selalu menjadi ujian
Semoga tak membuatku ingkar

Karena keimanan bisa goyah disebabkan ujian
Ujianku begitu berat, namun Dia membantuku tetap tersenyum
Menafsirkan harapan yang lebih besar padaNya
Dan akupun tenang karenanya

Berjuta impian duniaku
Yang tersulit adalah mendapatkanmu
Namun keyakinanku tak tergoyahkan karena penolakanmu
Karena hanya padaNya kumengharapmu

Friday, April 2, 2010

Nyanyian Kesedihan

Merana tak kunjung jua redanya
Inikah derita bagai neraka
Tidak, ini belumlah seberapa

Sontak akupun bangkit dari nestapa
Mungkin titian ini sulit kuterpa
Jika saja ada ranjau yang kusita
Namun kusimpan untuk apa

Beban saja jadinya
Bila juga kuhempaskan
Apakah hilang segala noda

Aku begini bukan karena nafsu
Mengapa juga tak mengerti aku
Aku egois bukan karena egoku

Aku di sini menjulang bagai batu
Begitu angkuh dengan perasaan tak menentu
Dan sekali lagi tersapu angin lalu membisu

Pelajaran berharga aku simak baik-baik
Namun semua belum berangsur laik

Segera kukosongkan segala rasa
Tapi apakah tidak terlalu sederhana

Sedangkan masa sebelumnya
Aku terkukung perasaan hampa

Makin hampa pula segala hampa dan jumawa
Hingga kutermenung meratapi derita
Takkan jua hampa hilang dari jiwa

Mengapa ikhtiarku kau anggap sopak
Jika sakitnya berbeda dampak

Sungguh tak kuasa aku begini
Jika saja aku besok mati
Mungkin terakhir kali kualami derita ini

Ini memang bukan masalah kesempurnaan
Juga bukan soal penampilan
Ini murni kesetiaan

Kesetiaan terhadap manusia yang tidak mampu
memberikan kemaslahatan tanpa izinNya
Kesetiaan yang dianggap sebagai cambuk atas maksiat dan dosa
Kesetiaan yang menggila meski wajar bagi sebagian manusia
Kesetiaan yang dikecam namun aku tak mampu melawannya

Biarlah Allah yang menuntun kesetiaanku
Meski jalannya masih jauh untuk kutempuh
Meski rintangan selalu membayangi langkahku
Keyakinanku akan tetap begini hingga akhir aku bersimpuh

Rabb, kumohon jadikan ini keridhoanMu
Aku takut bila Kau marah
Aku takut bila salah arah
Harapanku semoga yakinnya aku datang dariMu

Thursday, April 1, 2010

Mendambamu

Laksana angin semilir
Seperti mencium wangi mangir
Aku yang lemah mengharap kau ada
Di saat tak biasa

Oh kau laksana semburat
Warna di kesenjaan yang buram
Abu-abu kelabu tersirat
Namun senyummu menarik dalam temaram

Senja berganti malam
Lalu kemudian tenggelam
Namun tak jua padam
Dalam penantian meskin terpejam

Kau begitu kuat mengikat hati
Sampai aku lunglai jadi
Tetapi rela jua sampai mati
Hingga tak bisa kukenang lagi

Rinduku dambaku
Takkan pernah sirna termakan waktu
Percayalah janjiku
Tak ada yang mencintaimu sepertiku

Wednesday, November 11, 2009

Ia Tak Menyapaku

Beribu kali kau berucap maaf
Namun aku tetap saja bertahan
Meski sikapmu seolah enggan
Aku masih saja melangkah mantap

Hingga aku berjalan tanpa kepastian
Mengekor bayanganku sendiri
Membiarkannya berjalan sesukanya
Karena aku benar-benar kehilangan hati

Hati yang senantiasa menemani hari-hariku dulu
Kini aku seperti tersesat
Tersesat dalam pikiranku sendiri
Dan dia takkan pernah peduli lagi

Kusadari harusnya ia tak terbatas
Tapi keegoisanku mengharap ia segera berbalas
Ujian kesabaran ini menghasilkan hati yang lapang dada
Meski godaan selalu siap menyergap

Aku selalu menunggu kepastian tiba
Meski kehadirannya terasa ada
Tapi akhirnya ia tak menyapaku, lalu pergi
Dihembuskan angin malam sunyi yang biasa menemani

Sekali lagi aku ditinggalkan
Sekali lagi aku dikecewakan
Sekali lagi menghela napas panjang
Sekali lagi mengharap ia pulang

Aku takkan pernah berhenti berharap
Yang terbaik pasti Allah berikan
Semua orang boleh mengaku cinta
Tapi hasratku tak mungkin berpindah

Aku bukanlah bidadari
Aku bukanlah manusia yang sempurna
Dan aku bukanlah peri

Karena kesetiaan tidak mampu aku bayar
Karena kesetiaan langka dan mahal
Karena kesetiaan adalah keimanan

Sunday, November 8, 2009

OPTIMIS

Demi cinta yang suci
Aku tak mau mengotori hati
Demi menjaga hati
Biarlah aku berkorban diri

Asalkan dapat restu dari Ilahi
Izinkan aku untuk menghindari
Kemelut jiwa selaksa hati
Yang inginkan dirimu tak pelak lagi

Namun apa daya diriku ini
Bila cintaku tak layak bersemi
Mungkin takdir belum menghampiri
Tapi kuyakin janji Allah kan pasti

Membimbing diriku di jalan ini
Jalan yang ditempuh para da'i

Telah kuikuti petunjuk Sang Robbi
Untuk kembali meniti hari
Dan merenungi dosaku selama ini
Hingga menjadi insan yang suci di hari nan fitri

-pf.8-11/09/07

MENANGIS UNTUKMU


Aku sedih
Bila mengenangmu..
Bila mengingatmu..
Bila memasrahkanmu..
Bila kehilanganmu..

Tapi cinta adalah indah
Meski menderita karenanya
Hanya saja sedikit yang paham
Sedalam apa ia tertanam

Sekuat tenaga kusembunyikan
Takkan mampu membendung badai
Karena ia seolah segalanya tak tergantikan
Hingga selalu muncul rasa ingin mencapai

Sering kuberucap, apakah salah dengan yang kurasakan
Karena sakitnya hingga melumpuhkan kemampuan untuk melupakan
Kenangan terindah yang aku menjadikannya harapan
Walau belum tentu ia akan menjadikannya kenyataan

Bila menangis, aku untukmu
Berharap Allah menjadikanmu untukku
Walau aku tak bermaksud memaksa
Tapi doa itulah obat ketika aku tersiksa

--18/11/07

YANG KURASA SAAT INI

Hingga kini yang kurasa adalah berat
Apakah karena hatiku berkarat

Ah, pasti bukan aku saja
Pasti semua merasanya


Mengapa semua terjadi bila tak kuhendaki
Satu kata untukku yang dahaga ini, KasihMu..

Kasih yang tidak terlihat oleh mata
Yang dikehendakiNya saja yang bisa mendapatkannya


Anugerah takkan pernah surut
Dan terhempas oleh ego si lemah

Tak bernyali walau sedikit
Ia bagaikan buih yang meluap tajam..


-pf.22/08/04

Monday, October 5, 2009

Hampa

Hampa adalah bahasaku sehari-hari
Sudah lama ia mengikuti kemana aku pergi
Hingga akhirnya aku lelah berlari
Aku terdiam di sini
Menunggu sepi itu pergi

Sampai kini aku masih berdiri
Entah apa yang menguatkan kaki ini
Bila kau tak datang hari ini
Mungkin saja esok hari

Signed on 30/04/09
Protected by Copyscape Plagiarism Checker