Showing posts with label rindu. Show all posts
Showing posts with label rindu. Show all posts
Thursday, July 8, 2010
Di mana Dirimu
Kucari bayanganmu
Namun tidak bertemu
Kujelajah malam itu
Namun tak jua mendapatimu
Hilang kemanakah dirimu?
Monday, June 7, 2010
Tatapanmu
Aku berdebar saat detik-detik bertemu dirimu
Membayangkan wajahmu seperti apa
Mengira-ngira kau akan berkata apa
Mengingat senyummu yang tulus untukku
Jantungku berdegup makin kencang
Hingga sekelebat dirimu melintas
Bahkan aku malah tak bisa menatapmu
Aku terlalu gugup
Aku...
Aku takut salah berkata
Tapi malah aku tak berkata apa-apa
Kau juga diam saja
Hanya tatapanmu menyiratkan seribu makna
Aku masih menebak artinya apa?
Oh apakah yang kau rasa?
Kau hanya menatapku
Tapi tak ada senyum untukku
Tak ada sapaan untukku
Oh sedihnya aku
Walau aku bahagia setidaknya
Bisa bertemu dirimu
Membayangkan wajahmu seperti apa
Mengira-ngira kau akan berkata apa
Mengingat senyummu yang tulus untukku
Jantungku berdegup makin kencang
Hingga sekelebat dirimu melintas
Bahkan aku malah tak bisa menatapmu
Aku terlalu gugup
Aku...
Aku takut salah berkata
Tapi malah aku tak berkata apa-apa
Kau juga diam saja
Hanya tatapanmu menyiratkan seribu makna
Aku masih menebak artinya apa?
Oh apakah yang kau rasa?
Kau hanya menatapku
Tapi tak ada senyum untukku
Tak ada sapaan untukku
Oh sedihnya aku
Walau aku bahagia setidaknya
Bisa bertemu dirimu
Monday, April 19, 2010
Mimpi
Aku bermimpi tentangmu semalam
Walau dalam temaram
Tapi hangatnya tanganku kau genggam
Ah, semoga impian itu jadi kenyataan
Bukan hanya khayalan terpendam
Tetapi akan menjadi dejavu
Saat kita menjadi satu
Bayanganmu begitu nyata di mimpiku
Terbayang olehku akan senyummu
Tulus dan indah sambil memandangku
Kaulah anugerah terindah yang menjadi impianku
Walau dalam temaram
Tapi hangatnya tanganku kau genggam
Ah, semoga impian itu jadi kenyataan
Bukan hanya khayalan terpendam
Tetapi akan menjadi dejavu
Saat kita menjadi satu
Bayanganmu begitu nyata di mimpiku
Terbayang olehku akan senyummu
Tulus dan indah sambil memandangku
Kaulah anugerah terindah yang menjadi impianku
Friday, April 2, 2010
Nyanyian Kesedihan
Merana tak kunjung jua redanya
Inikah derita bagai neraka
Tidak, ini belumlah seberapa
Sontak akupun bangkit dari nestapa
Mungkin titian ini sulit kuterpa
Jika saja ada ranjau yang kusita
Namun kusimpan untuk apa
Beban saja jadinya
Bila juga kuhempaskan
Apakah hilang segala noda
Aku begini bukan karena nafsu
Mengapa juga tak mengerti aku
Aku egois bukan karena egoku
Aku di sini menjulang bagai batu
Begitu angkuh dengan perasaan tak menentu
Dan sekali lagi tersapu angin lalu membisu
Pelajaran berharga aku simak baik-baik
Namun semua belum berangsur laik
Segera kukosongkan segala rasa
Tapi apakah tidak terlalu sederhana
Sedangkan masa sebelumnya
Aku terkukung perasaan hampa
Makin hampa pula segala hampa dan jumawa
Hingga kutermenung meratapi derita
Takkan jua hampa hilang dari jiwa
Mengapa ikhtiarku kau anggap sopak
Jika sakitnya berbeda dampak
Sungguh tak kuasa aku begini
Jika saja aku besok mati
Mungkin terakhir kali kualami derita ini
Ini memang bukan masalah kesempurnaan
Juga bukan soal penampilan
Ini murni kesetiaan
Kesetiaan terhadap manusia yang tidak mampu
memberikan kemaslahatan tanpa izinNya
Kesetiaan yang dianggap sebagai cambuk atas maksiat dan dosa
Kesetiaan yang menggila meski wajar bagi sebagian manusia
Kesetiaan yang dikecam namun aku tak mampu melawannya
Biarlah Allah yang menuntun kesetiaanku
Meski jalannya masih jauh untuk kutempuh
Meski rintangan selalu membayangi langkahku
Keyakinanku akan tetap begini hingga akhir aku bersimpuh
Rabb, kumohon jadikan ini keridhoanMu
Aku takut bila Kau marah
Aku takut bila salah arah
Harapanku semoga yakinnya aku datang dariMu
Inikah derita bagai neraka
Tidak, ini belumlah seberapa
Sontak akupun bangkit dari nestapa
Mungkin titian ini sulit kuterpa
Jika saja ada ranjau yang kusita
Namun kusimpan untuk apa
Beban saja jadinya
Bila juga kuhempaskan
Apakah hilang segala noda
Aku begini bukan karena nafsu
Mengapa juga tak mengerti aku
Aku egois bukan karena egoku
Aku di sini menjulang bagai batu
Begitu angkuh dengan perasaan tak menentu
Dan sekali lagi tersapu angin lalu membisu
Pelajaran berharga aku simak baik-baik
Namun semua belum berangsur laik
Segera kukosongkan segala rasa
Tapi apakah tidak terlalu sederhana
Sedangkan masa sebelumnya
Aku terkukung perasaan hampa
Makin hampa pula segala hampa dan jumawa
Hingga kutermenung meratapi derita
Takkan jua hampa hilang dari jiwa
Mengapa ikhtiarku kau anggap sopak
Jika sakitnya berbeda dampak
Sungguh tak kuasa aku begini
Jika saja aku besok mati
Mungkin terakhir kali kualami derita ini
Ini memang bukan masalah kesempurnaan
Juga bukan soal penampilan
Ini murni kesetiaan
Kesetiaan terhadap manusia yang tidak mampu
memberikan kemaslahatan tanpa izinNya
Kesetiaan yang dianggap sebagai cambuk atas maksiat dan dosa
Kesetiaan yang menggila meski wajar bagi sebagian manusia
Kesetiaan yang dikecam namun aku tak mampu melawannya
Biarlah Allah yang menuntun kesetiaanku
Meski jalannya masih jauh untuk kutempuh
Meski rintangan selalu membayangi langkahku
Keyakinanku akan tetap begini hingga akhir aku bersimpuh
Rabb, kumohon jadikan ini keridhoanMu
Aku takut bila Kau marah
Aku takut bila salah arah
Harapanku semoga yakinnya aku datang dariMu
Thursday, April 1, 2010
Mendambamu
Laksana angin semilir
Seperti mencium wangi mangir
Aku yang lemah mengharap kau ada
Di saat tak biasa
Oh kau laksana semburat
Warna di kesenjaan yang buram
Abu-abu kelabu tersirat
Namun senyummu menarik dalam temaram
Senja berganti malam
Lalu kemudian tenggelam
Namun tak jua padam
Dalam penantian meskin terpejam
Kau begitu kuat mengikat hati
Sampai aku lunglai jadi
Tetapi rela jua sampai mati
Hingga tak bisa kukenang lagi
Rinduku dambaku
Takkan pernah sirna termakan waktu
Percayalah janjiku
Tak ada yang mencintaimu sepertiku
Seperti mencium wangi mangir
Aku yang lemah mengharap kau ada
Di saat tak biasa
Oh kau laksana semburat
Warna di kesenjaan yang buram
Abu-abu kelabu tersirat
Namun senyummu menarik dalam temaram
Senja berganti malam
Lalu kemudian tenggelam
Namun tak jua padam
Dalam penantian meskin terpejam
Kau begitu kuat mengikat hati
Sampai aku lunglai jadi
Tetapi rela jua sampai mati
Hingga tak bisa kukenang lagi
Rinduku dambaku
Takkan pernah sirna termakan waktu
Percayalah janjiku
Tak ada yang mencintaimu sepertiku
Wednesday, February 3, 2010
Kesunyian
Angin semilir berhembus meniup daunku
Ia menerpa tubuhku yang hampir lapuk
Panas telah mematikan sendi-sendi di batangku
Sudah sepantasnya aku terpuruk
Jika akarku tak sanggup menahan
Semua beban yang ditimpakan
Akankah hidupku memberi arti
Di masa lalu dan sebentar lagi
Jika aku harus bertahan
Lalu untuk siapa?
Jika aku harus menahan
Itu untuk siapa
Bahkan anginpun tak mendukungku
Ia begitu kencang berhembus dan menerbangkan daun-daunku
Kini aku tinggal ranting
dan tak punya arti penting
Dan mendungpun turut berduka untukku
Sedangkan matahari menjauhiku
Hingga tunasku tak mau tumbuh lagi
Atau aku harus menunggu kembali
Ia menerpa tubuhku yang hampir lapuk
Panas telah mematikan sendi-sendi di batangku
Sudah sepantasnya aku terpuruk
Jika akarku tak sanggup menahan
Semua beban yang ditimpakan
Akankah hidupku memberi arti
Di masa lalu dan sebentar lagi
Jika aku harus bertahan
Lalu untuk siapa?
Jika aku harus menahan
Itu untuk siapa
Bahkan anginpun tak mendukungku
Ia begitu kencang berhembus dan menerbangkan daun-daunku
Kini aku tinggal ranting
dan tak punya arti penting
Dan mendungpun turut berduka untukku
Sedangkan matahari menjauhiku
Hingga tunasku tak mau tumbuh lagi
Atau aku harus menunggu kembali
Sunday, November 8, 2009
Awan Kelam
Senja ini aku mendongak ke langit
Tampaknya awan biru dan jingga tengah bertarung sengit
Tapi hatiku makin terhimpit
Dan memilih untuk tetap di ruang sempit
Hingga tak kupedulikan pertarungan itu terhantam
..Oleh awan hitam
Karena hatiku masih saja kelam
..Oleh awan hitam
Karena hatiku masih saja kelam
Sampai terdengar alunan lagu lama
Malah makin mengoyak jiwa
Malah makin mengoyak jiwa
Jiwaku rapuh..Jiwaku butuh
Jiwaku merindu..Jiwaku beradu
Jiwaku merindu..Jiwaku beradu
Yang pasti
Ingin kudapati
Bukanlah awan hitam yang datang
Lalu serta merta menghadang
Ingin kudapati
Bukanlah awan hitam yang datang
Lalu serta merta menghadang
Tapi..
Awan cerah yang menentramkan hati..
Awan cerah yang menentramkan hati..
-pf. 24/05/08
Monday, October 5, 2009
Kerinduanku
Tak mengapa sakit fisik daripada sakit hati
Meski penyesalanmu mungkin menusuk jantungku
Walau bagaimanapun kesalahanmu memang harus diperbaiki
Aku tak berprasangka kau menginginkanku
Aku hanya bisa munajat 'tuk sekedar menemuimu
Melihat bayanganmu sudah surga bagiku
Aku takkan melayang menginginkan yang lebih dari itu
Aku tak ingin menjadi egois disebabkan kerinduan
Karena hanya bahagia dikala bertemu
Tapi hati manjadi sedih disaat berpisah
Maka tak salah pernyataan bahwa perpisahan itu menyelamatkan
Jika kau tak merasa indah dengannya, maka jangan kau ulangi
Aku tak berharap lebih dari sekedar mendengar suaramu
Terlalu banyak yang menghampiri, hanya engkau yang kuingini
Signed on October 5th, 2009
Subscribe to:
Posts (Atom)








