Sunday, November 8, 2009

MENANGIS UNTUKMU


Aku sedih
Bila mengenangmu..
Bila mengingatmu..
Bila memasrahkanmu..
Bila kehilanganmu..

Tapi cinta adalah indah
Meski menderita karenanya
Hanya saja sedikit yang paham
Sedalam apa ia tertanam

Sekuat tenaga kusembunyikan
Takkan mampu membendung badai
Karena ia seolah segalanya tak tergantikan
Hingga selalu muncul rasa ingin mencapai

Sering kuberucap, apakah salah dengan yang kurasakan
Karena sakitnya hingga melumpuhkan kemampuan untuk melupakan
Kenangan terindah yang aku menjadikannya harapan
Walau belum tentu ia akan menjadikannya kenyataan

Bila menangis, aku untukmu
Berharap Allah menjadikanmu untukku
Walau aku tak bermaksud memaksa
Tapi doa itulah obat ketika aku tersiksa

--18/11/07

AKU MENANGIS


Aku tersedu dalam diamku
Aku terpuruk dalam tegarku
Aku terhempas dalam gemingku
Aku berlari dalam dudukku

Gundah ini menyesakkan dada
Tak seharusnya aku sengsara
Oleh jumawa tak berpendar rasa
Tapi tangisku adalah tawa..

--16/05/08

DI BAWAH NAUNGAN ILAHI

Ketika dua insan bertukar hati
Hari-hari menjadi misteri
Bak lidah hendak mencaci
Namun sang maut mengingatkan mati


Dan hidup bukanlah sirri
Maka bukalah pintu hati
Jangan berkutat diri
Dengan nafsu yang tidak terpuasi

Sadarlah hidup dalam genggaman Robbi
Dan hanya Dialah Sang Pemilik Hati

--06/08/04

ASA YANG TERTANGGALKAN



Rasanya asing...
Sekian lama aku menghilang
Hilang juga suara nyaring
Seolah aku sedang melanglang
Padahal aku di sini menunggu angin membuatku terbang

Kutorehkan kata
Berarti kutorehkan luka
Maka sekian lama tak jumpa
Hanya rindu yang terasa

--13/05/08

SUNGGUH



Aku tahu kau tak butuh aku
Aku tahu kau hanya menampakkan bijakmu
Aku tahu kau tak pernah memikirkanku
Aku tahu di hatimu tak ada aku

Tapi,
Aku takkan lupa kebaikanmu
Aku takkan lupa kelembutan hatimu
Aku tak bisa mendustai hati
Aku tak bisa mengingkari nurani

Karena,
Aku butuh dirimu
Aku, sungguh mencintaimu...

--13/05/08

Airmataku


Nyanyian hati tak kunjung kumengerti
Hanya lirih, hatiku merintih
Kusedih, namun tak kusadari
Hingga airmata jatuh ke pipi
Tersendat kumencaci
Namun yang kusayangi,
Takkan pernah mengingati

--16/08/04

SELAKSA JINGGA

Berkhayal di kala senja
Sekilas diriku jadi jumawa
Karena indahnya wajah sang surya
Dikelilingi lazuardi jingga


Melembut hati tak sungkan lagi
Tuk ikuti kata sanubari
Yang melunglai dan hentikan diri
Tinggalkan asyiknya duniawi


Wahai Pelindung jiwaku
Pacu diriku tuk gapai ridhoMu
Tinggal selaksa adanya aku
Menunggu bangkit tegaknya wasilah dienku...


-pekan ke 2 Agustus 2004
Protected by Copyscape Plagiarism Checker