Thursday, July 8, 2010
Di mana Dirimu
Kucari bayanganmu
Namun tidak bertemu
Kujelajah malam itu
Namun tak jua mendapatimu
Hilang kemanakah dirimu?
Monday, June 14, 2010
Monday, June 7, 2010
Tatapanmu
Aku berdebar saat detik-detik bertemu dirimu
Membayangkan wajahmu seperti apa
Mengira-ngira kau akan berkata apa
Mengingat senyummu yang tulus untukku
Jantungku berdegup makin kencang
Hingga sekelebat dirimu melintas
Bahkan aku malah tak bisa menatapmu
Aku terlalu gugup
Aku...
Aku takut salah berkata
Tapi malah aku tak berkata apa-apa
Kau juga diam saja
Hanya tatapanmu menyiratkan seribu makna
Aku masih menebak artinya apa?
Oh apakah yang kau rasa?
Kau hanya menatapku
Tapi tak ada senyum untukku
Tak ada sapaan untukku
Oh sedihnya aku
Walau aku bahagia setidaknya
Bisa bertemu dirimu
Membayangkan wajahmu seperti apa
Mengira-ngira kau akan berkata apa
Mengingat senyummu yang tulus untukku
Jantungku berdegup makin kencang
Hingga sekelebat dirimu melintas
Bahkan aku malah tak bisa menatapmu
Aku terlalu gugup
Aku...
Aku takut salah berkata
Tapi malah aku tak berkata apa-apa
Kau juga diam saja
Hanya tatapanmu menyiratkan seribu makna
Aku masih menebak artinya apa?
Oh apakah yang kau rasa?
Kau hanya menatapku
Tapi tak ada senyum untukku
Tak ada sapaan untukku
Oh sedihnya aku
Walau aku bahagia setidaknya
Bisa bertemu dirimu
Thursday, April 22, 2010
Sepertinya Luka
Luka itu kembali terbuka
Setelah sekian lama aku mengobatinya
Ternyata hanya angan hampa
Sembuh bagian pori saja
Luka itu makin menganga
Laksana bunga yang mekar kuncupnya
Tapi sungguh menjadi mati rasa
Jika ingat penyebabnya
Cinta dan rinduku tak terbalas
Sekiranya hingga saat ini
Namun entah takdir Allah seperti apa
Kutetap yakin akan cintaku
Meski yang dicintai enggan dimiliki
Kuyakin pasti ia takdirku
Jika aku salah, apakah kau akan menyebutku gila
Aku tidak gila, aku mencintaimu dalam kesadaran yang nyata
Setelah sekian lama aku mengobatinya
Ternyata hanya angan hampa
Sembuh bagian pori saja
Luka itu makin menganga
Laksana bunga yang mekar kuncupnya
Tapi sungguh menjadi mati rasa
Jika ingat penyebabnya
Cinta dan rinduku tak terbalas
Sekiranya hingga saat ini
Namun entah takdir Allah seperti apa
Kutetap yakin akan cintaku
Meski yang dicintai enggan dimiliki
Kuyakin pasti ia takdirku
Jika aku salah, apakah kau akan menyebutku gila
Aku tidak gila, aku mencintaimu dalam kesadaran yang nyata
Berjuta Impian
Impianku hanya satu
Selain bertemu Rabbku
Adalah bersatu denganmu
Namun jalan takdir masih panjang
Membuatku harus lebih bersabar
Meski kecewa selalu menjadi ujian
Semoga tak membuatku ingkar
Karena keimanan bisa goyah disebabkan ujian
Ujianku begitu berat, namun Dia membantuku tetap tersenyum
Menafsirkan harapan yang lebih besar padaNya
Dan akupun tenang karenanya
Berjuta impian duniaku
Yang tersulit adalah mendapatkanmu
Namun keyakinanku tak tergoyahkan karena penolakanmu
Karena hanya padaNya kumengharapmu
Selain bertemu Rabbku
Adalah bersatu denganmu
Namun jalan takdir masih panjang
Membuatku harus lebih bersabar
Meski kecewa selalu menjadi ujian
Semoga tak membuatku ingkar
Karena keimanan bisa goyah disebabkan ujian
Ujianku begitu berat, namun Dia membantuku tetap tersenyum
Menafsirkan harapan yang lebih besar padaNya
Dan akupun tenang karenanya
Berjuta impian duniaku
Yang tersulit adalah mendapatkanmu
Namun keyakinanku tak tergoyahkan karena penolakanmu
Karena hanya padaNya kumengharapmu
Monday, April 19, 2010
Mimpi
Aku bermimpi tentangmu semalam
Walau dalam temaram
Tapi hangatnya tanganku kau genggam
Ah, semoga impian itu jadi kenyataan
Bukan hanya khayalan terpendam
Tetapi akan menjadi dejavu
Saat kita menjadi satu
Bayanganmu begitu nyata di mimpiku
Terbayang olehku akan senyummu
Tulus dan indah sambil memandangku
Kaulah anugerah terindah yang menjadi impianku
Walau dalam temaram
Tapi hangatnya tanganku kau genggam
Ah, semoga impian itu jadi kenyataan
Bukan hanya khayalan terpendam
Tetapi akan menjadi dejavu
Saat kita menjadi satu
Bayanganmu begitu nyata di mimpiku
Terbayang olehku akan senyummu
Tulus dan indah sambil memandangku
Kaulah anugerah terindah yang menjadi impianku
Monday, April 12, 2010
Cemburu
Jujur kukatakan aku cemburu
Namun tak bisa kuungkapkan saat itu
Badanku tak bergeming
Tubuhku panas dingin
Bergejolak rasa di hati
Membuatku ingin berlari dari sini
Namun apa daya kaki seperti terpaku dalam bumi
Hingga batinku tak tahan lagi
Aku menangis karena tak kuat lagi
Menempa hati tuk sadarkan diri
Kemudian bersiap tuk pergi
Karena air mataku sudah jatuh ke pipi
Akhirnya aku berlari
Setelah hela napas panjang
Namun masih terbayang
Siluet tadi yang tak kuingini
Cemburu memang tanda cinta
Tapi hati ini sungguh terluka
Bagaimana aku mengobatinya
Oh adakah dia menyadarinya
Kebahagiaan seperti apa yang kudapat nanti
untuk mengobati sakitnya hati hari ini?
Namun tak bisa kuungkapkan saat itu
Badanku tak bergeming
Tubuhku panas dingin
Bergejolak rasa di hati
Membuatku ingin berlari dari sini
Namun apa daya kaki seperti terpaku dalam bumi
Hingga batinku tak tahan lagi
Aku menangis karena tak kuat lagi
Menempa hati tuk sadarkan diri
Kemudian bersiap tuk pergi
Karena air mataku sudah jatuh ke pipi
Akhirnya aku berlari
Setelah hela napas panjang
Namun masih terbayang
Siluet tadi yang tak kuingini
Cemburu memang tanda cinta
Tapi hati ini sungguh terluka
Bagaimana aku mengobatinya
Oh adakah dia menyadarinya
Kebahagiaan seperti apa yang kudapat nanti
untuk mengobati sakitnya hati hari ini?
Subscribe to:
Posts (Atom)






